Peed

cropped-peed-ktpp-171116_170219_0014.jpgSetiap setahun sekali pada piodalan nadi (selama 4 hari penuh, dan enam bulan berikutnya diselingi odalan selama 1 hari saja), di Pura Dalem maupun Pura Puseh/Desa Sukawati masyarakat disana melaksanakan kegiatan ngayah Mapeed sebagai wujud nyata bhakti mereka terhadap Ida Bhatara yang disungsungnya.

Odalan di Pura Dalem jatuh pada Anggara Kliwon Tambir, berselang 15 hari kemudian di Pura Puseh/Desa pada Buda Kliwon Matal.

Mapeed merupakan tradisi setempat untuk mengiringi para Pemangku Pura yang akan mengambil air suci di sumber mata air yang dikeramatkan yang kemudian dijadikan Wangsuh Pada untuk dibagikan kepada semua umat yang sembahyang. Masyarakat yang ingin ngayah atau berpartisipasi datang ke Pura dengan pakaian adat khas, untuk mengantarkan Pemangku Pura mengambil tirta suci yang terdapat di sungai Wos, oleh masyarakat setempat biasa disebut Cengcengan. Jarak yang ditempuh kurang lebih sekitar 1,5 km. Mereka berbaris beriringan dengan indah dan rapinya sampai ratusan meter panjangnya, urutan pertama dari anak anak sampai pada ujungnya adalah orang tua, atau menurut tinggi dari yang pendek sampai yang tertinggi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s